- Bersikap terbuka terhadap setiap perubahan yang terjadi, terutama dalam hal penemuan-penemuan ilmu pengetahuan & teknologi. Setiap penemuan baru ditanggapi dengan sikap optimis dan dijadikan sebagai tantangan untuk maju ke depan. Memiliki keyakinan bahwa mempelajari sains modern berarti menggali warisan intelektual mereka sendiri. (mutsaqaful fikr)
- Tidak alergi terhadap perbedaan pendapat. Pluralisme yang tumbuh di masyarakat dipahami sebagai potensi yang dapat menguatkan diri. (munazhamun fi syu’unihi)
- Memerankan agama bukan hanya untuk individu semata, tapi juga untuk sosial. Kesalehan individual melalui ibadah-ibadah ritual disempurnakan dengan kesalehan sosial berupa santunan kepada fakir miskin, tunjangan bagi anak yatim, dan segala bentuk aktivitas sosial. (nafi’un li ghairihi)
- Membangun citra ketinggian agama Islam melalui perilaku dan aktivitas keseharian. Berani menyatakan, “Jika Anda ingin mengetahui ketinggian ajaran Islam, lihatlah sifat dan tingkah laku saya.” (matinul khuluq)
- Berperan sebagai wasit yang mampu mendamaikan orang-orang yang bersengketa. Dalam setiap persengketaan ia bertindak sebagai part of solution (bagian dari jalan keluar) bukan part of problem (bagian dari masalah).
- Tidak berhenti menggali ilmu penegtahuan sebagai bekal menyongsong hari esok yang penuh tantangan. (mutsaqaful fikr)
- Melakukan penafsiran ulang atas Islam secara fleksibel dan berkelanjutan sehingga kaum muslim dapat mengembangkan institusi pendidikan, hukum, dan politik yang sesuai dengan visi kemodernan.
- Membangun kekuatan fisik, baik melaui pendekatan olahraga atau pelatihan militer. Hal ini didasari sabda Rasul “Muslim yang kuat lebih baik daripada muslim yang lemah” (qawiyul jism)
- Memandang dunia sebagai sarana investasi untuk kehidupan yang lebih hakiki, yaitu akhirat. Meskipun hanya sebagai sarana, seorang muslim mestinya tidak memandang kehidupan dunia sebelah mata, tapi serius dan bekerja keras untuk meraih posisi ideal di dunia ini. (mujahidun li nafsihi)
- Mempertahankan identitas dan kepribadian muslim di tengah banjirnya budaya-budaya impor yang tidak sesuai dengan fitrah dan cenderung menistakan agama. (salimul aqidah)
-Shahihul Ibadah
-Hirts ‘ala waqtihi
your name is familiar for me, is your name combine between your mom’s and dad’s name ?
terima kasih atas ebook endensornya….
dan juga tips menjai muslim masa depan
rif_zainla@yahoo.co.id
Wedangjahe@mymail.ro
rif_zainal@mig33.com